Senin, 21 November 2011

Bahasa Isyarat

Setiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangan. Ada yang cantik
jelita tetapi “lola” alias loading lambat atau “telmi” telat mikir. Ada
yang tinggi, besar dan gagah tetapi takut bila mengambil keputusan. Namun ada pula yang tubuhnya kecil tetapi cerdas dan trengginas.



Alkisah, ada seorang lelaki yang badannya tinggi besar dan kekar seperti layaknya Ade Rai atau binaragawan kelas dunia lainnya. Kuat fisiknya, sehat badannya dan tampak kuat berotot. Cuma ia memiliki kelemahan: agak lola dan bila bicara suaranya parau dan kata-katanya tidak jelas. Karena suaranya itu, beberapa teman menjuluki dia “si suara sapi”. Yang lain menjulukinya “si kumur-kumur”. Alasannya, kalau dia bicara kedengarannya tidak jelas seperti orang kumur-kumur. Sampai-sampai ada yang berseloroh setengah meledek, “Pandanganlah dia, tataplah
keindahan tubuhnya, tapi jangan ajak dia bicara, nanti kau akan kecewa.”

Suatu saat lelaki yang kuat ini diminta belanja oleh ibunya, “Nak bantu mama belanja, ya.” Dengan terbata ia menjawab, “Iya ma…ma..,belan…ja apa? Mamanya menjawab, “Kelapa, telur, dan terong. Agar kamu tidak diledek orang belanjanya jangan bicara, pakai bahasa isyarat, ya.” Lelaki yang baru berusia 27
tahun itu menjawab, “Ba..ba… baik mama.”

Lelaki itu pergi ke warung. Dia ingat-ingat pesan mamanya agar tidak bicara saat belanja. Ia juga ingat-ingat apa yang harus dibeli: kelapa,telur dan terong. Begitu tiba di depan warung ia memberikan senyum ke penjaga warung yang langsung bertanya, “Mau beli apa?” Lelaki itu langsung memegang kepalanya. Penjaga warung langsung mengerti dan diambilah satu buah kelapa. “Apa lagi?” kata penjaga warung. Lelaki itu menekuk tangannya ala binaragawan yang sedang bertanding dan menunjuk sesuatu yang menonjol di tangannya. Penjaga warung itu langsung berkata, “Oo, telur.” Lelaki itupun mengangguk. Nah, saat ingin membeli terong, lelaki ini bingung. Namun beberapa saat kemudian ia punya ide. Dia buka retsleting celana panjangnya dan kemudian ia tunjukkan bagian tubuhnya yang sensitif itu kepada penjaga warung. Maka sambil tersenyum malu, penjaga warung itu langsung berkata, “Oo, cabai raaawiiiiiit….”
(www.jamilazzaini.com)

2 komentar:

  1. aku dari keluarga bapakku malah emang punya sepupu tuna rungu..

    BalasHapus
  2. wah, pasti seru berbahasa isyarat, ato malah kadang jd lucu krn kadang ga ngerti ato ga nyambung, pastinya mengasah kreativitas dan otak kanan ^^

    BalasHapus